SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Recycle Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik

11
02/2021
Kategori : Wacana
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Recycle Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik

Pada era maju seperti ini bayak orang yang kurang peduli akan sampah karena kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Efek dari pemakain produk sekali pakai yang  berlebihan akhirnya menjadi masalah yang besar dan berdampak terhadap kehidupan seperti global warming. Hijrah Purnama dan Yebi Yuriandala dalam Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan menyebutkan komposisi sampah yang berasal dari permukiman terdiri dari 75% sampah organik dan 25% sampah anorganik.

Jurnal berjudul Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif tersebut juga menyoroti sampah anorganik yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar yakni sampah plastik. Berdasarkan hasil observasi dan penghitungan, pada 2008 kemasan sampah plastik mencapai 925 ribu ton. Tidak dapat dimungkiri, sejak dulu sampah menjadi persoalan krusial yang sulit sekali dipecahkan. Meski sudah banyak penyuluhan dan sosialisasi tentang pemanfaatan sampah agar tidak mencemari lingkungan, tidak banyak masyarakat yang peduli. Tidak sedikit, justru manusialah yang menjadi subjek perusak kerindangan, kenyamanan, kebersihan, dan ketenangan alam. Sebagai contoh dapat kita lihat seusai makan camilan di taman, banyak ditemui seseorang membuang bungkus camilan begitu saja, bahkan mungkin kita sendiri. Hal inilah salah satu sikap dan bentuk kurang sadarnya masyarakat dan kita terhadap lingkungan.

Kebiasaan buruk masyarakat kita berlangsung sejak mereka dini. Hal itu disebabkan karena orangtua sebagai panutan terkadang sering kita jumpai membuang sampah sembarangan. Wajar bila kebiasaan itu ditiru buah hatinya.  Oleh karena itu, dibutuhkannya kesadaran akan pentingnya membuangan sampah pada tempatnya dan peduli terhadap alam.Sampah plastik, meskipun sudah disebut sampah dalam hal seni kreatif dapat digunakan pemanfaatannya.

Salah satu bentuk memanfaatkan sampah tersebut kita mengenal daur ulang (recycle). Kegiatan mendaur ulang sampah merupakan tindakan positif atas bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Adapun sampah plastik bisa diolah beraneka ragam, mulai pembuatan tas, dompet, mainan anak-anak, bunga hias, pot, dan lain sebagainya.Sederhana ialah kata yang tepat dari pemanfaatan daur ulang sampah plastik. Namun, sampah plastik dapat membuat membuka peluang seseorang dalam berbisnis. Hal itu dibuktikan Indra Noviansyah, lulusan sarjana fakultas ekonomi. Indra melalui tangan kreatifnya mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang menggiurkan dan menguntungkan dalam skala besar hingga jutaan, bahkan miliaran.

Dari sini, kita bisa mengubah pandangan sampah menurut E Colink (1996) ialah bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi. Karena sampah kini disulap menjadi barang yang bermanfaat lewat proses daur ulang, kini sampah memiliki nilai ekonomis.Ternyata di balik anggapan sampah yang membawa penyakit itu ada kebermanfaatannya sendiri apabila seseorang mampu memanfaatkan dengan baik. Mendaur ulang untuk menciptakan suatu produk baru yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Akhirnya, jangan sesekali kita menganggap sampah ialah suatu barang yang tidak dapat digunakan lagi. Justru ketika anggapan itu muncul, dengan ketanggapan dan kepekaan kita membuat suatu percobaan agar sampah tersebut bisa digunakan lagi.

Cintai lingkunganmu dengan menjaga keberadaannya dan kelestariannya. Bila demikian, sudah dipastikan lingkungan akan membawamu berkah di kehidupan.)

Diolah oleh Endri Wahyudi, Guru Bahasa Indonesia dari sumber: Surat Pembaca Media Indonesia

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar