SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Pembinaan Akhlak Peserta Didik melalui Pembiasaan Shalat Dhuha dan Ngaji Kitab Ta’lim Muta’allim

14
11/2021
Kategori : Ke-NU-an
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Pembinaan Akhlak Peserta Didik melalui Pembiasaan Shalat Dhuha dan Ngaji Kitab Ta'lim Muta'allim

Setahuh lebih pandemi covid-19 membayang-bayangi kehidupan manusia di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia yang mengharuskan peserta didik dituntut untuk belajar mandiri, belajar secara daring (dalam jaringan). Dengan menurunnya kasus covid-19 saat ini,sekolah sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan senantiasa mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid19.

Untuk memulai pembiasaan baik peserta didik disekolah dan agar siswa memiliki jiwa dan rohani yang sehat dengan keimanan dan ketakwaan yang melekat pada diri anak, SMK NU Tunas Bangsa mengaktifkan kegiatan pembiasaan sholat dhuha dan ngaji kitab Ta’lim Muta’alim yang dijadwalkan setiap hari Juma’at. Pembiasaan sholat dhuha bersama adalah salah satu upaya positif yang dilakukan sekolah untuk mengoptimalkan output mental siswa yang berbudaya karakter.

Beberapa hal dasar yang menjadi pertimbangan terlaksananya kegiatan ini agar sekolah dapat mengenalkan dan menerapkan pembiasaan dalam melaksanakan salah satu sholat sunnah, khususnya sholat sunnah dhuha dengan bimbingan para guru. dan secara tidak langsung menjadikan amalan dan pahala yang tidak putus bagi yang telah mengajarkan dan mendidiknya. Untuk kitab Ta’lim Muta’alim yang dipelajari siswa bertujuan agar dalam proses belajar dan mengajar dapat meraih kemanfaatannya, seperti yang di katakan penyusun kitab Ta’lim Muta’alim, beliau  Syekh Az-Zarnuji dalam bab muqodimahnya “Kalau saya memperhatikan para pelajar (santri), sebenarnya mereka telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. karena, barangsiapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan”.

Ini adalah permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan yang dimiliki bangsa kita. Melalui program-programnya, pemerintahan telah mencoba agar sumberdaya manusia khususnya dalam bidang pendidikan dapat bersaing dengan bangsa lain, juga didukung usaha-usaha yang di lakukan oleh tenaga pendidik. Namun sepertinya usaha yang telah di laksanakan semaksimal mungkin itu belum sepenuhnya menuai keberhasilan. Hal itu terbukti dengan masih adanya beberapa kelakuan dari peserta didik maupun tenaga pendidik yang belum mencerminkan nilai-nilai dari tujuan pendidikan. Tawuran antar pelajar, pengunaan obat-obat terlarang, pelecehan seksual dan kekerasan sampai detik ini masih saja terus di beritakan oleh media masa. Jika masih saja berlarut seperti ini, maka tepat jika kita mengkoreksi letak kesalahan atau kekurangan yang belum kita benahi. Mungkin betul menurut beliau Syekh Az-Zarnuji, cara kita dalam menuntut ilmu masih ada yang salah dan juga kita masih terlalu sering meninggalkan syarat-syarat dalam menuntut ilmu.

Ternyata kegiatan seperti ini bisa memberikan aura/energy positif bagi semua yang ada di lingkungan sekolah. Baik bagi para guru, khususnya para peserta didik. Dengan demikian diharapkan ada semangat baru bagi para peserta didik untuk menghadapi kegiatan pembelajaran setelah hampir setahun lebih belajar secara daring.Mereka lebih siap menerima ilmu yang baru. Hati dan fikiran peserta didik diharapkan lebih terbuka dalam menerima perubahan. Semua itu efek dari dahsyatnya do’a-do’a yang dipanjatkan setelah sholat dhuha dan ngaji kitab.

 

Berita Lainnya

22
10/2021
Mempersiapkan Pendakian Gunung
Author : SMK NU Tunas Bangsa
22
10/2021
1
10/2021
30
09/2021
Pelajar dan Sejarah G30S/PKI
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Tinggalkan Komentar