SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Pelajar dan Sejarah G30S/PKI

30
09/2021
Kategori : Wacana
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Pelajar dan Sejarah G30S/PKI

Hari ini 56 tahun lalu, tepatnya 30 September 1965, terjadi peristiwa yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Gerakan tersebut merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia. Pelajar sebagai generasi muda Indonesia harus dapat memahami sejarah terkait Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Paling tidak pelajar mau berpikir kritis melalui pembelajaran PPKn atau Sejarah di sekolah, bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi.

Seperti telah diakui bangsa Indonesia bahwa paham komunis adalah bahaya laten (tersembunyi) sehingga tetap harus diwaspadai melalui penyadaran yang bisa dilakukan secara sistematis di sekolah ataupun orangtua di rumah.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia harus lebih diaplikasikan dalam praktik kehidupan masyarakat. Sehingga, tidak hanya terjebak hanya sampai pada ucapan khususnya setiap hari Senin, saat upacara bendera di sekolah. Pelajar dapat betul-betul merasakan kehidupan yang dilandasi Pancasila, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pembiasaan gotong royong (sila 2 dan 5), kehidupan religius (sila 1), menjaga persatuan (sila ke-3), selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan (sila ke-4).

Pemahaman dan praktik Pancasila yang benar dan baik melalui pendidikan formal maupun informal, hal ini memiliki fungsi strategis terhadap pengaruh pihak-pihak tertentu yang berupaya menyebarkan paham komunis atau paham radikal lainnya.

Memang PKI secara hukum telah dihapus melalui Ketetapan MPRS Nomor XXV tahun 1966. Namun waspada terhadap paham komunis itu harus, karena bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Misalnya telah terjadi upaya untuk mengganti ideologi negara dari Pancasila ke komunis. Tetapi kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis tetap menjadi hal utama yang bisa dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Namun sebenarnya bukan hanya paham komunis saja, tapi juga radikalisme, intoleransi,pergaulan bebas, narkoba harus diwaspadai pada diri pelajar.

Menghidupkan Pancasila di tengah-tengah pelajar sebagai generasi muda Indonesia justru lebih penting lagi karena berdampak kuatnya ideologi Pancasila dalam kehidupan mereka. Sehingga, paham komunis ataupun radikalisme, intoleransi akan dapat ditangkal dengan sendirinya.

Kalian sebagai pelajar adalah para pemimpin di negeri ini 10-20 tahun ke depan. Bisa dibayangkan betapa suram nasib bangsa ini bila nantinya, setelah memimpin negeri ini mereka tidak berempati terhadap persoalan kemanusiaan. Jangan biarkan masa kelam ini terulang,satukan tekad, sepenuh hati jaga NKRI, berkiprah untuk maslahah Negeri. NKRI Harga Mati.

Berita Lainnya

1
10/2021
30
09/2021
Pelajar dan Sejarah G30S/PKI
Author : SMK NU Tunas Bangsa
25
09/2021
22
09/2021
15
09/2021


Tinggalkan Komentar