SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara; Tanda Rendahnya Melek Literasi Digital ?

26
02/2021
Kategori : Wacana
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara; Tanda Rendahnya Melek Literasi Digital ?

 

Netizen Indonesia menempati peringkat paling rendah di Asia dengan kategori paling tidak sopan menurut survei yang dikeluarkan oleh Microsoft pada 25 Februari 2021 kemarin. Survei yang dimaksud adalah survei Digital Civility Index (DCI). Penelitian ini merupakan survei yang diadakan setiap tahun oleh Microsoft, perusahaan software terkemuka milik Bill Gates. Survei ini dibuat untuk menyampaikan bagaiman interaksi online yang lebih aman, lebih sehat, dan saling menghormati diantara semua orang. Dalam survei ini, Microsoft memiliki ribuan responden usia remaja dan dewasa yang berasal dari puluhan negara tentang keterpaparan mereka terhadap 21 risiko online yang berbeda dalam empat kategori yakni Perilaku, seksual, reputasi, dan pribadi/mengganggu.

Mengutip dari detik.com survei diselenggarakan antara bulan April sampai Mei 2020, melibatkan 16 ribu responden yang terdiri dari kaum muda dan dewasa. Diberlakukan skor dari 0 sampai 100, di mana makin rendah skor berarti paparan risiko online makin rendah, sehingga tingkat kesopanan di internet negara itu disimpulkan makin tinggi. Risiko netizen yang dimaksud termasuk paparan kabar hoax, ujaran kebencian, penipuan atau diskriminasi yang dialami di dunia maya. Kabar baiknya selama masa pandemi, 26% responden global menyatakan kesopanan online lebih baik karena netizen ingin membantu satu sama lain.

Kemajuan teknologi digital semakin memudahkan manusia untuk dapat mengakses informsi dengan cepat. Baik informasi yang dibutuhkan atau tidak, teknologi digital mampu menyediakan semua. Semakin melek literasi digital kemampuan mengungkapkan isi hati dan pikiran seharusnya lebih baik di sosial media. Tanda melek literasi digital sebuah masyarakat tidak hanya ditandai dengan kemampuannya mengenali berita benar atau hoax, tapi juga bijaksana, sopan dan cerdas dalam memilih kata ketika mengungkapkan isi hati dan pikirannya di sosial media. Mereka dapat mengkontrol diri untuk tidak mengungkapkan kata-kata yang tidak bijaksana, bahkan menyakitkan pihak lain.

Melek literasi digital berarti memiliki kemampuan membudayakan penggunaan kosakata dan istilah kekinian dengan lebih etis (sopan), estetis (indah) dan humanis (memanusiakan manusia lain). Kemajuan teknologi digital seharusnya berdampak kepada mayarakat agar laku dan pikiran mereka lebih sadar menggunakan ungkapan-ungkapan atau kata-kata santun kepada orang lain. Kemajuan teknologi digital seharusnya bisa dimanfaatkan orang cerdas dan bijak berpihk pada pola pikir dan perilaku yang menghormti harkat dan martabat manusia. Mari kita terus tingkatkan literasi digital kita dengan memanfaatkan untuk hal–hal yang lebih positif, menyampaikan pesan atau mengungkapkan kata-kata di media sosial dengan bahasa yang sopan dan jangan sampai celaan, bully, fitnah, hoax menjadi budaya kita.

 

Oleh Sri Yuni Rachmawati, Waka Kurikulum SMK NU Tunas Bangsa

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar