SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Istighosah, Tradisi NU yang Masih Berjalan di SMK NU Tunas Bangsa

14
02/2021
Kategori : Ke-NU-an / Sekolah
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Istighosah, Tradisi NU yang Masih Berjalan di SMK NU Tunas Bangsa

Istighosah atau berdoa bersama yang dilakukan warga Nahdlotul Ulama (NU) kini menjamur luas di hampir semua sekolah. Tidak hanya di sekolah islam, namun kegiatan istighosah juga banyak dilakukan di Sekolah Negeri. Salah satu tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi datangnya ujian sekolah.

Sebagai sebuah tradisi, istigosah dalam rangka meminta pertolongan Allah SWT ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah ketenangan hati dalam menghadapi ujian sekolah dan keyakinan diri kepada Allah SWT akan hasil positif dari nilai ujian yang akan diperoleh. Selain itu, kegiatan ini juga berguna untuk memupuk iman dengan keyakinan melalui setiap lantunan bacaan zikir di dalam istighosah. Pada umumnya, isi bacaan Istigosah adalah berupa asmaul Husna, tahlil, sholawat serta doa-doa yang spesifik diminta kepada Allah SWT agar diberi ijabah dan pertolongan.

Di dalam tradisi di SMK NU Tunas Bangsa, kegiatan Istighosah dilakukan rutin oleh siswa dan guru beserta karyawan guna mengukuhkan kemantapan hati dalam melaksanakan berbagai hal. Selain untuk mempersiapkan mental dalam menghadapi ujian sekolah, ujian praktik dan ujian keterampilan, tradisi Istigosah rutin diadakan oleh SMK NU Tunas Bangsa sebagai bentuk doa untuk memohon pertolongan Allah SWT.

Tradisi NU dalam beristighosah yang tetap dilakukan oleh SMK NU Tunas Bangsa ini, menjadikan suasana sekolah tidak jauh berbeda dari nuansa pondok pesantren. Terlebih, mengingat bahwa 60% siswa di SMK NU Tunas Bangsa merupakan santri yang tersebar di sekitar wilayah Bringin semakin memantapkan suasana keislaman. Dalam hal ini, pondok pesantren naungan para kiyai di Wilayah Bringin juga memberi pengaruh terhadap suasana pembelajaran dan interaksi keagamaan yang terjalin di dalam lingkungan SMK NU Tunas Bangsa. Pengaruh besar kyai-kyai pondok sekitar itulah yang menjadikan suasana sekolah tak jauh berbeda dari suasana pondok pesantren.

Tak hanya siswa, kegiatan istighosah di luar sekolah juga senantiasa dilakukan oleh guru-guru dan staf di lingkungan SMK NU Tunas Bangsa seperti yasin, tahlil, rutinitas ziarah kubur dan membaca sholawat. Hal ini menandakan bahwa tradisi NU masih terjaga kental di lingkungan SMK NU Tunas Bangsa.

 

Mustofa, S.Pd Guru TBO, dengan revisi

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar