SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Islam dan Pandemi Covid-19

17
02/2021
Kategori : Ke-NU-an
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Islam dan Pandemi Covid-19

 

Dalam setahun ini Indonesia bahkan negara-negara didunia sedang digemparkan dengan sebuah wabah masif yang skala penyebarannya sangat luas. Tidak hanya menyerang orang-orang perkotaan tetapi sampai menyerang orang-orang dipelosok desa, dengan tidak memandang strata sosial dalam masyarakat. Kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat kecil, kyai maupun santri, dan muslim maupun non muslim semua dapat terjangkit wabah ini. Wabah yang sering kita kenal sebagai CORONA VIRUS DISEASES 19 ( COVID-19 ) yang berasal dari China tepatnya dari kota Wuhan.

Sebagai umat muslim penting kita mengetahui bagaimana sebaiknya menyikapi wabah tersebut yang dalam perkembangannya ditetapkan sebagai pandemi global. Dalam ajaran Islam familiar dengan konsep ikhtiar yang terdapat 2 bentuk dalam menyikapi pandemi yaitu secara sains dan spiritual yang bisa dikatakan berseberangan, semisal anjuran tenaga kesehatan menjaga jarak dan dilarang membuat kerumunan masal lantas melarang orang beribadah ke masjid dan menuduh mereka “sombong dalam beragama”. Yang harusnya dilakukan adalah biarkan mereka tetap beribadah ke masjid berdoa supaya pandemi cepat berlalu dengan mematuhi protokol kesehatan semisal dengan menjaga jarak shaf saat shalat dan tidak saling bersalaman.

Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan hal tersebut maka akan berakhir dengan perdebatan yang panjang dan tak berujung, karena masing-masing pihak mempunyai argumentasi fiqhiyah yang sama kuatnya. Empat formula yang disampaikan KH. Ma’ruf Amin, wakil presiden RI  seperti yang dikutip dari situs www.nu.or.id dalam menghadapi pandemi Covid-19 sangat relevan untuk dijadikan penutup tulisan ini, karena dapat menggambarkan hubungan kolaboratif sains dan spritualitas Islam. Formula yang dimaksud adalah Iman, Imun, Aman dan Amin. Dua formula, yakni imun dan Aman mewakili dimensi sains. Dua formula berikutnya adalah iman dan amin merepresentasi dimensi spritualitas Islam.

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar