SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Home Visit di Masa Pandemi

13
02/2021
Kategori : Sekolah
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Home Visit di Masa Pandemi

 

Benar apa yang dikatakan Dilan kepada Milea bahwa: “rindu itu memang berat, kamu tidak akan kuat.” Hehe.

Itulah yang sekarang dirasakan oleh hampir semua siswa yang sangat merindukan kegiatan pembelajaran tatap muka dan kehadiran gurunya dalam pembelajaran. Kebanyakan siswa mulai merasa jenuh dan bosan dengan model pembelajaran jarak jauh di masa Covid-19, yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Peran dan kehadiran guru khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas di masa pandemi saat ini sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai tempat curhat atau sharing terkait dengan pembelajaran jarak jauh.

Untuk itu SMK NU Tunas Bangsa dipimpin Guru Bimbingan dan Konseling melakukan kunjungan rumah atau home visit . Kunjungan rumah ini dilaksanakan dalam layanan bimbingan konseling dari sekolah kepada peserta didik. Gal ini merupakan salah satu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Tujuan utama dari kegiatan pendukung ini adalah untuk melengkapi informasi atau data diri siswa sekaligus mengonfirmasi data diri siswa yang diperlukan dari bagian bimbingan konseling untuk membantu memaksimalkan layanan bimbingan kepada siswa.

Di SMK NU Tunas Bangsa, kegiatan home visit dilaksanakan bukan untuk sidak atau mengecek kebenaran atas pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa. Namun hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan, kondisi dan kesulitan serta untuk memenuhi kebutuhan informasi siswa yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan konseling.

Sebelum kegiatan kunjungan rumah diadakan, guru bimbingan dan konseling telah memiliki persiapan agar kegiatan kunjungan rumah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya, yakni untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapi siswa. Kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Persiapan yang kami lakukan terutama mengumpulkan data terkait siswa yang akan dikunjungi melalui wali kelas dan guru mata pelajaran yang mengampu siswa tersebut, pengamatan terhadap fasilitas belajar anak di rumah dan diskusi dengan anggota keluarga. Informasi yang dapat dikumpulkan dalam home visit  mencakup hal-hal sebagai berikut.

  1. Letak rumah dan keadaan di dalam rumah, berupa keadaan fisik daerah di sekitar rumah, ukuran rumah, perlengkapan di dalam rumah, sumber penerangan, dsb.
  2. Fasilitas belajar yang tersedia bagi siswa, berupa ruang belajar, meja belajar, macam sumber penerangan, alat yang menunjang dalam proses pembelajaran daring (smartphone, laptop, dan jaringan internet).
  3. Kebiasaan belajar siswa, berupa belajar pada waktu-waktu kapan, berinisiatif sendiri atau harus dikejar-kejar, belajar bersama teman atau sendirian.
  4. Suasana keluarga, berupa corak hubungan antara anak dan orang tua (akrab atau tidak), sikap orang tua terhadap sekolah, sikap orang tua terhadap teman-teman bergaul anaknya, harapan kedua orang tua terhadap anaknya dan tekanan ekonomi.

Melakukan manajemen pelaksanaan kunjungan rumah dengan baik membantu guru bimbingan dan konseling dalam rangka menjalani kegiatan secara baik dan benar, karena telah terprogram dengan jelas apa yang  akan dilakukan. Kegiatan ini dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk mendapatkan data dan keterangan siswa serta memahami permasalahan siswa secara tepat. Hasil kegiatan tersebut dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa, sehingga siswa dapat berkembang secara maksimal. Perolehan hasil kunjungan rumah  kemudian di evaluasi, di analisis, dan ditindaklanjuti demi kepentingan pengentasan permasalahan siswa.

Respon orang tua dengan adanya kegiatan home visit ini sangatlah baik, sehingga harapannya ada kerja sama dari orang tua dalam memotivasi belajar ketika pembelajaran dengan sistem daring selain itu mengetahui kendala dan potensi lingkungan sekitar rumah siswa juga menjadi sumber informasi yang sangat penting untuk pengembangan siswa. Baik itu potensi dalam bidang ekonomi, seni budaya, teknologi, industri, dan potensi bagi pengembangan karir siswa di masa yang akan datang.

 

– Sri Yuni Rachmawati, S.Pd. Waka Kurikulum SMK NU Tunas Bangsa

Berita Lainnya

25
09/2021
22
09/2021
15
09/2021
14
09/2021
PELAJAR INDONESIA MAKIN CAKAP DIGITAL
Author : SMK NU Tunas Bangsa
13
09/2021
KENAPA SISWA SMK PERLU PRAKERIN/MAGANG?
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Tinggalkan Komentar