SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Etika Pembelajaran Daring agar Kelas Tidak Garing

4
03/2021
Kategori : Sekolah / Wacana
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Etika Pembelajaran Daring agar Kelas Tidak Garing

Kondisi pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir, memaksa para pendidik dan peserta didik melakukan berbagai cara dalam inovasi pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran dilakukan dengan tatap muka secara langsung tetapi berbeda dengan sekarang yang dibuat dengan cara daring atau sekarang sering disebut virtual. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan di berbagai tempat khususnya di tempat-tempat menuntut ilmu guna menekan jumlah penyebaran virus yang terus meningkat.

Sistem pembelajaran daring dan tatap muka biasa sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja pada pembelajaran daring media yang menjadi perantara antara pendidik yakni guru dan peserta didik atau murid beralih melalui zoom, google meeting, whatsapp video dan website. Namun meskipun pembelajaran tidak bertemu secara langsung, sudah sepatutnya murid menerapkan etika dalam pembelajaran daring.  Hal ini penting karena meskipun pertemuan berlangsung secara tidak nyata, namun kesan yang akan ditangkap oleh guru maupun sesama murid tetaplah nyata. Bahkan hal ini berpengaruh pada antusiasme guru saat menerangkan dan siswa saat mendengarkan.

Apa saja etika yang perlu diterapkan saat menjalai pembelajaran daring? Berikut ini terdapat beberapa etika penting dalam melaksanakan proses pembelajaran daring agar interaksi antara guru dan murid maupun antar siswa dapat berjalan dengan meninggalkan esensi pertemuan virtual yang berkesan:

  1. On cam
    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh murid yaitu on cam selama pembelajaran berlangsung. Menyalakan kamera saat pembelajaran daring itu dijadikan tanda bahwa murid tersebut hadir dan memperhatikan guru dengan seksama. Seperti halnya saat pembelajaran tatap muka. Namun, sering kali banyak murid yang malas untuk menghidupkan kamera. Hingga beberapa guru menggunakan cara sebagai peraturan wajib agar setiap murid turut menghidupkan kamera saat pembelajaran berlangsung. Hal ini agar komunikasi yang seharusnya nyata dalam pembelajaran dapat terealisasikan dengan baik.
  2. Berpakaian selayaknya
    Berpakaian rapi dan siap pembelajaran. Beberapa kali terlihat murid yang sedang pembelajaran daring hanya menggunakan celana pendek, daster hingga boxer yang seharusnya pakaian tersebut tidak layak dipakai saat berlangsungnya pembelajaran. Seharusnya walaupun dilakukan secara virtual pakaian yang digunakan juga layaknya pembelajaran tatap muka.
  3. Responsif
    Memberi respons ketika ditanya menjadi hal yang jarang dilakukan saat pembelajaran daring. Kebanyakan murid akan mematikan mic saat berlangsungnya pembelajaran daring. Tapi Ketika murid ditanya oleh guru mereka tidak menghidupkan mic-nya. Padahal peraturan tersebut dibuat hanya saat guru tersebut sedang menerangkan.
    Perlu diketahui juga oleh murid bahwa sikap responsif ini akan meningkatkan perhatian guru dalam memberikan pembelajaran. Terlebih sikap responsif dan mau menjawab ketika ditanya oleh guru akan berdampak pada poin keaktifan murid dalam pembelajaran. Itu artinya semakin siswa responsif akan semakin tinggi pula nilai proses yang didapat siswa dalam pembelajaran sebagai salah satu instrumen penilaian pada kurikulum 2013 ini. Perlu dicatat bahwa pada penilaian kurikulum 2013, nilai yang masuk ke dalam raport bukanlah semata-mata nilai akhir dari setiap tugas yang diberikan melainkan nilai dari pengamatan guru berdasarkan keaktifan murid dalam kelas.
  4. Tepat waktu
    Di saat berlakunya belajar dari rumah membuat beberapa jadwal pembelajaran tidak seperti biasanya yang membuat beberapa murid menjadi malas dan mengulur waktu dalam melakukan pembelajaran daring. Salah satunya membuat guru menunggu. Kebanyakan murid sengaja mengulur waktu dalam melakukan pembelajaran daring. Entah itu karena malas atau memang ada pekerjaan yang lebih mendesak. Seharusnya masuk dalam room tepat waktu adalah sebuah kewajiban yang harus diterapkan walaupun melakukan belajar dari rumah.

Nah itu dia etika pembelajaran daring yang bisa diterapkan dalam setiap kelas. Perlu diingat ya bahwa etika yang baik akan meninggalkan kesan yang baik. Diterapkan ya!

 

Dikutip dan diolah dari Kumparan.com

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar