SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Divaksin Waktu Puasa, Apakah Membatalkan?

15
03/2021
Kategori : Kesehatan
Komentar : 1 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Divaksin Waktu Puasa, Apakah Membatalkan?

 

Sebentar lagi, kita akan kembali menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Di tengah kondisi pandemi seperti ini, kita akan kembali berpuasa. Nah sudahkah kalian divaksin?

Vaksin saat ini telah digunakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Memang tak memberikan perlindungan sempurna, tetapi setidaknya mampu membantu melindungi orang lain yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena alasan-alasan tertentu dari paparan virus mematikan tersebut.

Nah di bulan puasa nanti, apakah boleh kita divaksin saat sedang berpuasa?

Ternyata Prof Dr. KH Hasanuddin AF, MA, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa vaksin yang diberikan saat sedang berpuasa tidak akan membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalankan. Menurutnya, hal yang membatalkan puasa itu, seperti makan dan minum yang masuk melalui lubang tubuh secara sengaja ke dalam perut, mendapatkan haid dan nifas bagi perempuan, juga berhubungan suami istri.

Hasanuddin menyatakan bahwa vaksin dilakukan secara tertutup alias bukan melalui lubang tubuh yang terbuka. Jadi, menurutnya, vaksin tidak membatalkan puasa. Meski begitu, Hasanuddin juga mengatakan bahwa MUI belum memiliki rencana untuk membuat fatwa khusus tentang vaksinasi saat berpuasa.

Lalu, adakah waktu terbaik untuk vaksinasi saat sedang berpuasa?

Sebenarnya, vaksinasi saat puasa tidak memiliki hubungan khusus. Pun belum ada studi yang membahas tentang keterkaitan antara dua hal tersebut, setidaknya begitulah anggapan dari Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sekaligus anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Hindra Irawan Satari.

Meski begitu, ia menyarankan agar vaksin dilakukan tidak jauh dari setelah makan sahur atau berbuka. Bukan tanpa alasan, pemberian vaksin pada waktu tersebut bertujuan untuk membuat perut lebih nyaman atau tidak sedang berada dalam kondisi yang sepenuhnya kosong. Makanan akan bertahan di dalam perut selama sekitar 3 jam sehingga vaksinasi disarankan dilakukan antara pukul 07.00 atau 08.00 pagi atau setelah waktu buka puasa.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan menargetkan pemberian vaksin kepada seluruh warga Indonesia akan rampung setidaknya di bulan Maret tahun 2022 mendatang. Namun, tetap harus diingat, protokol kesehatan tetap harus dilakukan, meski vaksin telah didapatkan. Pasalnya, tidak ada jaminan bahwa kita tidak akan terinfeksi virus corona setelah vaksin.

Setelah diberikan, vaksin tetap membutuhkan waktu untuk bisa menciptakan kekebalan di dalam tubuh. Perlu setidaknya 28 hari setelah waktu vaksinasi untuk terbentuk antibodi dalam tubuh sehingga pada rentang waktu tersebut dan seterusnya, kita tetap perlu menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan tak kalah pentingnya, memakai masker. Terlebih dengan efikasi atau tingkat perlindungan vaksin corona yang digunakan di Indonesia yang hanya mencapai 65 persen.

Jadi, bolehkah vaksinasi dilakukan saat berpuasa? Tetap boleh dilakukan karena tidak bersifat membatalkan puasa. Dan waktu terbaiknya adalah pagi hari atau sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

 

Diolah dari Halodoc

 

Berita Lainnya

25
09/2021
22
09/2021
15
09/2021
14
09/2021
PELAJAR INDONESIA MAKIN CAKAP DIGITAL
Author : SMK NU Tunas Bangsa
13
09/2021
KENAPA SISWA SMK PERLU PRAKERIN/MAGANG?
Author : SMK NU Tunas Bangsa


1 komentar

Ais De Angelo

Kamis, 18 Mar 2021

Terima kasih untuk ilmu barunya
Tambah ilmu setiap harinya

Balas

Tinggalkan Komentar