SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Diabetes dan Penyakit Jantung Coroner: “The Common Soil” Hypothesis

8
03/2021
Kategori : Kesehatan
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Diabetes dan Penyakit Jantung Coroner: "The Common Soil" Hypothesis

 

Diabetes dan Penyakit jantung koroner masih menjadi penyakit selalu diteliti perkembangannya untuk menghasilkan pola terapi terbaik untuk “mengendalikan” kedua penyakit ini. Berbagai studi yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata kedua penyakit ini tumbuh di lahan yang sama yaitu muncul pada orang dengan kelainan metabolik (metabolic syndrome).

Berikut ini abstract dari sebuah Jurnal yang dimuat di situs American Diabetes Association yang memberikan bukti dari hipotesa tersebut.

Tidak seperti komplikasi mikrovaskuler klasik, aterosklerosis pada pembuluh darah besar dapat mendahului perkembangan diabetes dan menunjukkan bahwa aterosklerosis menjadi komplikasi diabetes, kedua kondisi tersebut memiliki penyebab genetik dan lingkungan yang sama, yaitu, muncul dari “kesamaan tanah/lahan” (common soil hypotesis). Sekarang diketahui bahwa kondisi lingkungan yang merugikan, mungkin terkait dengan nutrisi yang kurang optimal pada janin dan awal kehidupan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada beberapa dekade kemudian. Kondisi lingkungan yang merugikan yang sama ini juga terkait dengan perkembangan obesitas abdominal dewasa dan sindrom resistensi insulin (Insulin Resistance Syndrome = IRS). IRS terdiri dari intoleransi glukosa, hiperinsulinemia, dislipidemia (kadar kolesterol trigliserida tinggi dan HDL High Density Lippoprotein yang rendah) dan hipertensi. Meskipun mekanisme yang mendasari cluster ini kontroversial, secara statistik terlihat nyata. Semua elemen IRS telah terbukti sebagai faktor risiko diabetes tipe II. Beberapa, tetapi tidak semua, dari elemen ini juga merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, khususnya hipertensi dan kolesterol HDL rendah. Faktor lain yang terkait dengan IRS yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular adalah inhibitor aktivator plasminogen 1 dan partikel lipoprotein densitas rendah padat (VLDL). Apakah insulin itu sendiri merupakan faktor risiko masih kontroversial, tetapi bukti epidemiologis baru-baru ini sebagian besar negatif.

Berdasarkan paparan diatas, maka menjadi sangat penting mengontrol kadar kolesterol baik Trigliserida, LDL maupun HDL dan tekanan darah. Karena kedua-duanya merupakan resiko terjadinya Penyakit jantung maupun diabetes.

Bagaimana cara mengontrolnya??? Tunggu artikel berikutnya ya.

Salam sehat dan semangat.

Nafiatin Nazilah

Berita Lainnya

25
09/2021
22
09/2021
15
09/2021
14
09/2021
PELAJAR INDONESIA MAKIN CAKAP DIGITAL
Author : SMK NU Tunas Bangsa
13
09/2021
KENAPA SISWA SMK PERLU PRAKERIN/MAGANG?
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Tinggalkan Komentar