SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Bagaimana Generasi Muda NU Menyiapkan Strategi Keberperanan di Tengah Modernisasi?

11
02/2021
Kategori : Ke-NU-an / Wacana
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Bagaimana Generasi Muda NU Menyiapkan Strategi Keberperanan di Tengah Modernisasi?

 

Modernisasi merupakan suatu usaha untuk mengikuti suatu pola kehidupan sesuai dengan konstelasi kekinian. Modernisasi dapat meliputi segala bidang kehidupan sehingga pengaruhnya tidak bisa terelakkan.

Dalam menghadapi modernisasi, masyarakat terbagi menjadi dua tipologi. Pertama, memaknai modernisasi sebagai bentuk Wasternisasi (hal-hal yang datangnya dari dunia barat). Kedua memaknainya sebagai bentuk proses mempercepat pembangunan di segala bidang.

Remaja secara psikologi dikategorikan sebagai generasi masa transisi yang merupakan masa rawan sehingga perlu mendapatkan perhatian agar mampu memberi sikap dalam memaknai modernisasi. Hal ini karena para pemudalah yang akan menjadi calon pemimpin masa depan sebagai “agen of change”. Jika remaja dapat menggerakkan kekuatan (strength) dalam hal-hal yang positif dan mengetahui kelamahan (weakness) dirinya untuk dieliminir, maka kesuksesan dapat menjadi harapan dan cita-cit yang dibanggakan baik oleh dirinya, keluarga, masyarakat bahkan negara. Hal ini juga sejalan apabila mereka mampu memanfaatkan peluang/kesempatan (oportunity) dan mengatasi ancaman (tretment) yang ada.

Dalam menyongsong tantangan masa depan, kaum muda NU perlu memahami kekuatan dan kelemahan yang dimiliki di dalam dirinya masing-masing. Hal ini berhubungan dengan upaya penyiapan diri agar dapat memberikan hasil yang optimal dalam segala hal yang dikerjakan. Sebagai pemuda NU, nalar daya kritis, energik, idealis, aktif dan ingin melakukan perubahan dengan cepat harus ditonjolkan sebagai ciri kaum muda NU sebagai kaum mayoritas pemuda Indonesia.

Generasi muda NU yang dalam hal ini adalah IPNU-IPPNU sudah saatnya untuk melakukan kesiapan intelektual rasional kaum muda yang disertai dengan kesiapan mental spiritual. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sering terasakan terlalu berbobot rasional belaka namun mengesampingkan pertimbangan moral dan etika yang letaknya ada di dasar pelataran spiritual. Upaya penyejajaran moral dan etika baik yang berkaitan dengan pemahaman religiusitas maupun semangat kebangsaan dengan kehebatan daya nalar intelektual, harus tetap diupayakan. Dengan penyejajaran yang seimbang, maka akan tercipta korelasi yang selaras dan harmonis antara hablumminallah dan hablumminnas.

Kaum muda NU harus bisa mengambil peran dan keberpihakan yang mengandung ciri kerakyatan sesuai dengan watak dan identitas NU. Identitas NU sebagai organisasi gerakan yang bersifat sosial dimana sebagai tugas utamanya adalah memajukan sendi-sendi kehidupan social, utamanya bagi masyarakat pedesaan dengan Ahlussunah Waljama’ah (Aswaja). Disamping itu kiprah kaum muda NU harus pula didasari oleh prinsip – prinsip yang terkandung dalam doktrin Mabadi Khoiru Ummah serta sikap dan perilaku kemasyarakatan yang dibentuk oleh prinsip-prinsip Aswaja.

– Sri Yuni Rachmawati, S.Pd (Waka Kurikulum SMKNU Tunas Bangsa Bringin)

Berita Lainnya

25
09/2021
22
09/2021
15
09/2021
14
09/2021
PELAJAR INDONESIA MAKIN CAKAP DIGITAL
Author : SMK NU Tunas Bangsa
13
09/2021
KENAPA SISWA SMK PERLU PRAKERIN/MAGANG?
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Tinggalkan Komentar