SMK NU Tunas Bangsa Bringin
SHARE :

Aktifitas Fisik yang Menurunkan Resiko Kejadian Cardiovascular

22
02/2021
Kategori : Kesehatan
Komentar : 0 komentar
Author : SMK NU Tunas Bangsa


Aktifitas Fisik yang Menurunkan Resiko Kejadian Cardiovascular

Aktivitas Fisik merupakan suatu bentuk gerakan tubuh yang dilakukan oleh otot-otot rangka yang merupakan bentuk pengeluaran tenaga (yang dinyatakan dalam kilo kalori) seperti melakukan suatu pekerjaan, waktu senggang dan aktifitas sehari-hari (Adi Sapoetra, 2005).

Secara umum aktivitas fisik dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan intensitas dan besaran kalori yang digunakan yaitu : aktivitas fisik ringan, aktivitas fisik sedang dan aktivitas fisik berat.
Aktivitas ini mencakup aktivitas yang dilakukan di sekolah, di tempat kerja, aktivitas dalam keluarga/ rumah tangga, aktivitas selama dalam perjalanan dan aktivitas lain yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang sehari-hari (Kemenkes RI, 2019).

Nah, apakah aktifitas fisik yang teratur ini dapat menurunkan resiko kejadian Penyakit Jantung (Cardiovascular Risk)?

Ada bukti dari studi observasional bahwa aktivitas fisik di waktu senggang dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular dan mortalitas kardiovaskular baik pada pria maupun wanita, dan pada individu usia menengah dan tua ( Wannamette SG, et all, Lancet Journal, 1998).

Beberapa meta analisis telah meneliti hubungan antara aktivitas fisik dan penyakit kardiovaskular. Berlin JA dan Colditz GA menemukan ringkasan risiko kematian akibat penyakit jantung karoner untuk orang-orang dengan pekerjaan yang tidak banyak bergerak dibandingkan dengan pekerjaan aktif ( American Journal Epidemiol, 1990).
Pada meta analisis studi pada perempuan juga menunjukkan bahwa aktifitas fisik berhubungan dengan penurunan resiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan, penyakit jantung koroner dan stroke (Oguma et all, Am J Prev Med, 2004).

Aktivitas fisik meningkatkan fungsi endhotelial (otot jantung), yaitu dengan meningkatkan fungsi vasodilatasi dan vasomotor di pembuluh darah. Selain itu aktivitas fisik berkontribusi pada penurunan berat badan, kontrol glikemik (glukosa), perbaikan tekanan darah, profil lipid, dan sensitivitas insulin (Gautier JF, Rev Med Liege, 2005).

Secara keseluruhan, banyak bukti menunjukkan manfaat dari aktivitas fisik sedang secara teratur yang berkelanjutan, yang tidak perlu berat atau lama durasinya dan dapat mencakup aktivitas santai sehari-hari, seperti berjalan atau berkebun. Melakukan aktivitas fisik ringan atau sedang secara teratur pada usia menengah atau lebih tua secara signifikan menurunkan resiko kejadian penyakit jamtung dan kematian (mortalitas) akibat berbagai sebab dan meningkatkan kualitas hidup (A Review of reviews, A Report from Chief Medical Officer, London, 2004).

Berita Lainnya

3
06/2021
2
06/2021
In House Training Penyusunan E-KTSP 2021/2022
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
{PENTING} Surat Persetujuan Tatap Muka
Author : SMK NU Tunas Bangsa
10
05/2021
11
04/2021
10
04/2021


Tinggalkan Komentar